Senin, 05 September 2016

AYAT-AYAT AL-QUR’AN TIDAK SALING BERTENTANGAN


         Tidak diragukan bahwa perbuatan-perbuatan dan perkataan-perkataan manusia pada setiap tingkatan usianya tidak semuanya sama; karena pemikiran dan ilmu manusia mengalami penyempurnaan. Hasil keilmuan setiap orang alim berbeda-beda sesuai dengan tingkat usianya karena berubahnya pikiran mengakibatkan perubahan pada ilmu sebagai hasil pemikiran. Al-qur’an adalah kitab yang meliputi berbagai macam ilmu, seperti pengetahuan tentang mabda’ dan ma’ad , alam semesta, hubungan manusia dengan penciptanya, kewajiban-kewajiban individu dan masyarakat, kisah-kisah umat terdahulu, keadaan para nabi dan lain-lain.
            Al-qur’an tersebut dibacakan kepada manusia oleh seseorang yang ummi (tidak pernah belajar pada seorang guru) selama 23 tahun. Orang tersebut hidup dalam situasi dan kondisi yang serba sulit, seperti gangguan orang-orang musyrik di Mekkah dan perang yang terus berkelanjutan dengan mereka serta tipu daya orang-orang munafik. Faktor-faktor tersebut diatas mengganggu dan merusak konsentrasi.
            Dengan memperhitungkan dan melihat lamanya jangka waktu serta banyaknya faktor-faktor tersebut di atas, kita mengetahui bahwa seandainya kitab suci ini tidak bersumber dari Allah SWT, maka sudah pasti apa yang terdapat didalamnya saling bertentangan. Namun kita tidak mendapatkan sedikitpun pertentangan di dalam Al-qur’an. Hal ini membuktikan bahwa Al-qur’an diturunkan dari ufuk yang lebih tinggi daripada pemikiran manusia. Al-qur’an adalah wahyu Allah yang suci dari kelalaian dan kebodohan. Firman Allah SWT:
“Maka apakah mereka tidak merenungkan Al-qur’an? Kalau kiranya Al-qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak didalamnya”.

(Q.S. An-Nisa [4]: 82)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar