Di
dalam surah Hud [11], ayat 6 disebutkan, “tidak
ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberikan rezeki
kepadanya...”
dengan
memperhatikan ayat di atas, timbul sebuah pertanyaan mengapa di dunia saat ini
dan juga di sepanjang sejrah masih juga terdapat sekeompok manusia yang
meninggal karena kelaparan? Apakah ini berarti bahwa rezeki mereka belum
terjamin?
Dalam
menjawab pertanyaan ini, kita harus memperhatikan poin-poin berikut ini:
Pertama,
jaminan terhadap rezeki bukan berarti bahwa rzeki tersebbut telah diantarkan di
depan pintu-pintu rumah atau dihaluskan lalu disuapkan ke dalam mulut manusia
yang berakal dan mempunyai kecerdasan. Akan tetapi, yang dimaksud dengan rezeki
adalah tersedianya ahan di mana usaha manusia menjadi syarat bagi terwujudnya
rezeki. Bahkan ketika Siti Maryam as hendak melahirkan Isa as di tengah gurun
yang gersang, dalam keadaan yang begitu susah, Allah swt memanifestasikan
rezekinya dalam bentuk setangkai kurma muda yang masih menggantung di pohonnya,
tetap memerintahkan kepadanya dengan firmanNya, “dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu...” (QS. Maryam
[19]: 25)
Kedua,
apabila manusia pada masa lalu maupun sekarang senantiasa merampas hak-hak
orang lain dan mengambil apa yang telah menjadi rezeki orang lain secara kejam
dan sewenang-wenang, hal ini bukanlah pernyataan terhadap ketiadaan jaminan
rezeki dari Allah swt dengan ibarat lain, selain persoalan usaha dan upaya,
wujudnya keadilan dalam komunitas masyarakat pu menjadi syarat bagi terwujudnya
pembagian rezeki secara adil. Apabila mereka menanyaan, “mengapa Allah tidak
menghalangi kezaliman para pembuat kerusakan ini?”. Prinsip kehidupan manusia
terletak pada kebebasan berkehendak sehingga ia mendapatkan ujian, bukan
pemaksaan.
Ketiga,
terdapat begitu banyak sumber pangan untuk manusia di bumi ini yang bisa
ditemukan dan dimanfaatkan dengan menggunakan otak dan ketelatenan.
Tidak
seharusnya kita melupakan bahwa dataran-dataran yang ada di bumi Afrika yang
kebanyakan penduduknya mati karena kelaparan, pada kenyataannya, sebagian dari
negara-negara tersebut merupakan daerah yang paling kaya di seluruh dunia. Akan
tetapi, faktor-faktor perusak telah membuat kehidupan mereka menjadi kelam
sebagaimana yang terlihat saat ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar