Sabtu, 10 September 2016

Jika Rezeki telah Dibagikan kepada Seluruh Makhluk, Mengapa Sebagian Orang Menderita Kelaparan?


Di dalam surah Hud [11], ayat 6 disebutkan, “tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberikan rezeki kepadanya...”
dengan memperhatikan ayat di atas, timbul sebuah pertanyaan mengapa di dunia saat ini dan juga di sepanjang sejrah masih juga terdapat sekeompok manusia yang meninggal karena kelaparan? Apakah ini berarti bahwa rezeki mereka belum terjamin?
Dalam menjawab pertanyaan ini, kita harus memperhatikan poin-poin berikut ini:
Pertama, jaminan terhadap rezeki bukan berarti bahwa rzeki tersebbut telah diantarkan di depan pintu-pintu rumah atau dihaluskan lalu disuapkan ke dalam mulut manusia yang berakal dan mempunyai kecerdasan. Akan tetapi, yang dimaksud dengan rezeki adalah tersedianya ahan di mana usaha manusia menjadi syarat bagi terwujudnya rezeki. Bahkan ketika Siti Maryam as hendak melahirkan Isa as di tengah gurun yang gersang, dalam keadaan yang begitu susah, Allah swt memanifestasikan rezekinya dalam bentuk setangkai kurma muda yang masih menggantung di pohonnya, tetap memerintahkan kepadanya dengan firmanNya, “dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu...” (QS. Maryam [19]: 25)
Kedua, apabila manusia pada masa lalu maupun sekarang senantiasa merampas hak-hak orang lain dan mengambil apa yang telah menjadi rezeki orang lain secara kejam dan sewenang-wenang, hal ini bukanlah pernyataan terhadap ketiadaan jaminan rezeki dari Allah swt dengan ibarat lain, selain persoalan usaha dan upaya, wujudnya keadilan dalam komunitas masyarakat pu menjadi syarat bagi terwujudnya pembagian rezeki secara adil. Apabila mereka menanyaan, “mengapa Allah tidak menghalangi kezaliman para pembuat kerusakan ini?”. Prinsip kehidupan manusia terletak pada kebebasan berkehendak sehingga ia mendapatkan ujian, bukan pemaksaan.
Ketiga, terdapat begitu banyak sumber pangan untuk manusia di bumi ini yang bisa ditemukan dan dimanfaatkan dengan menggunakan otak dan ketelatenan.

Tidak seharusnya kita melupakan bahwa dataran-dataran yang ada di bumi Afrika yang kebanyakan penduduknya mati karena kelaparan, pada kenyataannya, sebagian dari negara-negara tersebut merupakan daerah yang paling kaya di seluruh dunia. Akan tetapi, faktor-faktor perusak telah membuat kehidupan mereka menjadi kelam sebagaimana yang terlihat saat ini.

Kamis, 08 September 2016

Apakah Ajaran yang Dimiliki oleh Nabi saw Sebelum Diutus sebagai Nabi?


Tidak ragu lagi bahwa sebelum diutus menjadi nabi (bi’tsah), Nabi saw tidak pernah sujud kepada berhala dan menyimpang ari garis tauhid. Sejarah kehidupannya dengan baik merefleksikan makna ini. Akan tetapi, ajaran manakah yang menjadi ikutan Nabi saw sebelum periode pengutusan? Hal ini masih menjadi bahan dialog di antara ulama.
Sebagian berpendapat bahwa Nabi saw mengikuti ajaran Nabi Isa as, lantaran sebelum periode bi’tsah, ajaran yang resmi dan belum dihapus oleh ajaran lain adalah ajaran Nabi Isa as.
Sebagian yang ain berpendapat bahwa Nabi saw adalah pengikut ajaran Nabi Ibrahim as, karena Nabi Ibrahim as merupakan Syaikh Al-Anbiya; bapak para nabi. Sebagian ayat pun menerangkan Islam sebagai ajaran Nabi Ibrahim as, “... agama orang tuamu Ibrahim...”(QS. Al-Hajj[22]: 78)
Sebagian lagi mengungkapkan etidak tahuan mereka dan berkata, “kita tahu bahwa Nabi saw memiliki ajaran. Namun, ajaran apa? Hal ini tidak jelas bagi kita.”
Meski masing-masing pendapat itu memiliki alasan, tetapi tidak satu pun yang dapat dipastikan. Namun, yang lebih mendekati kebenaran di antara ketiga pendapat di atas adalah pendapat yang keempat; bahwa Nabi saw secara pribadi memiliki program khusus dari sisi Allah SWT dan beramal berdasarkan program tersebut. Program khusus ini adalah ajaran khusus Nabi saw hingga masa Islam diturunkan untuknya.

Dalil lain adalah tidak satu pun sejarah yang melaporkan bahwa Nabi saw sibuk beribadah di dalam sinagog (peribadatan agama Yahudi) dan gereja. Beliau tidak pernah berada di samping seorang kafir dan juga tidak di sisi Ahli Kitab untuk beribadah di tempat-tempat ibadah mereka. Sementara itu, beliau harus melanjutkan tongkat estafet dari nabi-nabi sebelumnya di atas jalan tauhid. Nabi saw konsisten pada prinsip akhlak mulia dan penyembahan kepada Tuhan.

Selasa, 06 September 2016

Mengapa Allah Swt Menguji Manusia?


            Bukankah ujian adalah agar kita mengenal seseorang atau segala sesuatu yang kabur dan mengurangi tingkat kebodohan kita? Jika demikian adanya, lalu mengapa Allah Swt –yang ilmu-Nya telah meliputi segala sesuatu, mengetahui semua rahasia lahir dan batin, mengetahui langit dan bumi dengan ilmu-Nya yang tak terbatas –masih merasa perlu untuk menguji manusia? Apakah ada sesuatu yang tersembunyi bagi-Nya sehingga untuk mengetahuinya Dia harus memberikan ujian kepada manusia?
            Ujian dan cobaan yang diberikan Allah Swt sangatlah berbeda dengan ujian-ujian yang ada pada kita. Ujian-ujian yang ada pada kita adalah –seperti yang telah dijelaskan diatas –untuk mengenal lebih banyak dan menyingkap kejahilan. Akan tetapi, ujian ilahi pada dasarnya bertujuan untuk pendidikan.
            Allah Swt menguji manusia dengan tujuan membuat bakat-bakat yang tersimpan nampak dan mengubah sesuatu dari wujud potensi menjadi aktual dan pada akhirnya –untuk mendidik para hamba. Sebagaimana baja harus di masukan ke dalam tungku pembakaran terlebih dahulu untuk menghasilkan baja yang berkualitas tinggi, demikian juga halnya dengan manusia pun harus ditempa dan dididik terlebih dahulu dengan musibah-musibah yang berat dan kesulitan yang beragam untuk menjadi insan yang berkualitas baja dan tahan tempa.
            Untuk menghasilkan seorang serdadu yang kuat dan kokoh di medan perang, para tentara dan serdadu harus dibawa ke medan-medan perang buatan, dan meninggalkan mereka di dalam keadaan sulit, seperti kehausan, kelaparan, dingin, panas dan kondisi-kondisi kritis, sehingga mereka menjadi serdadu yang kuat dan matang. Inilah yang dinamakan dengan rahasia dari ujian ilahi.
Di tempat lain, Al-qur’an menjelaskan hakikat ini: “... dan Allah [berbuat demikian] untuk menguji apa yang ada di dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang berada di dalam hatimu.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 154)
            Ali bin Abi Thalib as memberikan penjelasan tentang filsafat ujian ilahi ini dalam ungkapannya: “Dan meskipun Allah lebih mengetahui keadaan spiritual para hamba-Nya daripada mereka sendiri, akan tetapi Dia tetap memberikan ujian kepada mereka untuk menampakkan perbuatan-perbuatan baik dari perbuatan yang buruk dan sebaliknya, dan ini merupakan tolok ukur perolehan pahala atau siksa.”

Yaitu, karakter yang berada dalam diri insan tidak bisa secara sendiri dijadikan sebagai tolok ukur untuk mendapatkan pahala atau siksa. Karakter ini hanya akan bisa dijadikan tolok ukur untuk pahala atau siksa ketika telah diimplemetasikan ke dalam perbuatan manusia. Allah Swt memberi cobaan kepada para hamba-Nya supaya mereka memanifestasikan bakat dan potensi terpendam mereka dalam bentuk perbuatan, dan mengembangkannya menjadi aktual, sehingga bisa ditentukan apakah mereka berhak untuk mendapatkan pahala ataukah siksa.           

Apakah Hak-Hak yang Diberikan Islam kepada Kaum Wanita?


            Di era baru ini, wanita telah menjadi sosok mandiri yang mendapatkan seluruh haknya, baik dari sisi individual maupun sosial. Sebagaimana wanita mempunyai kewajiban yang berat di dalam masyarakat, mereka juga mempunyai hak-hak yang perlu pula untuk mendapatkan perhatian dan kepedulian.
            Islam senantiasa menganggap kedudukan wanita sejajar dengan kedudukan pria dari sisi hakikat kesempurnaan insani, kemauan serta hak pilihannya. Oleh karena itu, mereka diletakan secara berdampingan dengan pria dan sejajar dalam satu barisan, lalu menyeru mereka berdua dengan satu nada, “wahai manusia,”atau “wahai orang-orang yang beriman”.
Melalui ayat-ayat semacam “...dan barangsiapa mengerjakan amal yang salih, baik pria maupun wanita, sedangkan ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga...”(QS. Al-Gafir[40]: 40), islam telah menjanjikan adanya kebahagiaan dalam mencapai kesempurnaan untuk keduanya.
            islam telah menganggap kedudukan wanita sama dengan kedudukan pria dalam keseluruhan makna kemandirian dan kebebasannya, dan Al-qur’an dengan ayat seperti “kullu nafsin bima kasabat rahinah” atau “man’amila solihan falinafsih wa man asa a fa’alaiha” menegaskan bahwa kebebasan yang ada disini adalah kebebasan individu secara umum, baik kebebasan bagi pria maupun bagi wanita. Oleh karena itu, dalam aturan tentang hukuman pun, kita melihat dalam ayat “wanita yang berzina dan pria yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera...” (QS. Al-Nur [24]: 2)
            pada sisi lain, karena kemandirian merupakan kelaziman dari kehendak dan hak pilih, islam memberikan kemandirian ini dalam hak-hak kepemilikan secara luar kepada wanita dan tidak ada sedikitpun halangan baginya dalam melakukan jenis-jenis transaksi kekayaan, dan wanita juga merupakan pemilik kekayaan dan modalnya sendiri. Dalam sebuah ayat kita membaca, ..bagi pria terdapat bagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi wanita terdapat bagian dari apa yang mereka usahakan...(QS. Al-Nisa [4]: 32)
            perbedaan pria dan wanita dalam spiritual dan jasmani dan perbedaan kewajiban, apakah dengan adanya perbedaan ini bisa dikatakan bahwa pria dan wanita harus senantiasa berjalan secara sejajar dalam semua hal, dan dalam keseluruhan aktivitas pun mereka harus seratus persen tidak mempunyai perbedaan? Bukanlah sebelumnya telah dijelaskan bahwa kita harus menjadi pendukung keadilan sosial? Tidaklah keadilan menyatakan bahwa setiap individu harus melakukan apa yang menjadi kewajibannya dan memanfaatkan pemberian-pemberian, kelebihan-kelebihan, dan wujudnya sendiri?
Oleh karena itu, bukanlah mengikutsertakan seorang wanita dalam aktivitas-aktivitas yang berada di luar batas roh dan jasmaninya merupakan suatu hal yang bertentangan dengan hakikat keadilan?
            Di sinilah kita melihat, selain menjadi pendukung keadilan, Islam juga mendahulukan peran pria pada sebagian aktivitas-aktivitas sosial dan masyarakat yang lebih banyak membutuhkan kekerasan dan kecermatan, seperti sebagai seorang pelindung dan pengayom sebuah bahtera rumah tangga, sedangkan kedudukan asisten rumah tangga diserahkan pada wanita.
      Sebuah rumah dan masyarakat masing-masing membutuhkan adanya pemimpin, dan problematika kepemimpinan pada puncaknya terfokus pada diri orang itu sendiri. Apabila tidak demikian, akan terjadi kekacauan. Dalam kondisi semacam ini, manakah yang lebih baik untuk dijadikan sebagai kandidat? Pria atau wanita? Semua pakar yang jauh dari fanatisme mengatakan bahwa keadaan biologis pria menyebabkan kepemimpinan dan pengaturan keluarga berada dalam tanggung jawabnya, dan wanita menjadi asistennya.

            Meskipun sebagian kelompok memaksakan diri untuk tidak memperdulikan hakikat ini, akan tetapi kondisi kehidupan mereka diluar, bahkan di dunia sekarang ini dan di negara-negara yang mengklaim dirinya telah memberikan kebebasan mutlak dan persamaan derajat yang penuh kepada pria dan wanita, memperlihatkan bahwa perilaku mereka dalam masalah ini tetap saja sebagaimana yang telah disebutkan di atas, meskipun perkataan mereka berlawanan dengan apa yang mereka lakukan.

Senin, 05 September 2016

AYAT-AYAT AL-QUR’AN TIDAK SALING BERTENTANGAN


         Tidak diragukan bahwa perbuatan-perbuatan dan perkataan-perkataan manusia pada setiap tingkatan usianya tidak semuanya sama; karena pemikiran dan ilmu manusia mengalami penyempurnaan. Hasil keilmuan setiap orang alim berbeda-beda sesuai dengan tingkat usianya karena berubahnya pikiran mengakibatkan perubahan pada ilmu sebagai hasil pemikiran. Al-qur’an adalah kitab yang meliputi berbagai macam ilmu, seperti pengetahuan tentang mabda’ dan ma’ad , alam semesta, hubungan manusia dengan penciptanya, kewajiban-kewajiban individu dan masyarakat, kisah-kisah umat terdahulu, keadaan para nabi dan lain-lain.
            Al-qur’an tersebut dibacakan kepada manusia oleh seseorang yang ummi (tidak pernah belajar pada seorang guru) selama 23 tahun. Orang tersebut hidup dalam situasi dan kondisi yang serba sulit, seperti gangguan orang-orang musyrik di Mekkah dan perang yang terus berkelanjutan dengan mereka serta tipu daya orang-orang munafik. Faktor-faktor tersebut diatas mengganggu dan merusak konsentrasi.
            Dengan memperhitungkan dan melihat lamanya jangka waktu serta banyaknya faktor-faktor tersebut di atas, kita mengetahui bahwa seandainya kitab suci ini tidak bersumber dari Allah SWT, maka sudah pasti apa yang terdapat didalamnya saling bertentangan. Namun kita tidak mendapatkan sedikitpun pertentangan di dalam Al-qur’an. Hal ini membuktikan bahwa Al-qur’an diturunkan dari ufuk yang lebih tinggi daripada pemikiran manusia. Al-qur’an adalah wahyu Allah yang suci dari kelalaian dan kebodohan. Firman Allah SWT:
“Maka apakah mereka tidak merenungkan Al-qur’an? Kalau kiranya Al-qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak didalamnya”.

(Q.S. An-Nisa [4]: 82)

BAHASA AIR MATA

Banyak cara untuk menyampaikan pesan dan terdapat aneka ragam bahasa berkomunikasi, bahkan berdiam seribu bahasa sering lebih efektif untuk mengungkapkan sikap Siti Maryam, ibu Nabi Isa AS. yang diperintahkan Allah SWT. berdiam atau menggunakan simbol untuk menyampaikan pesan (QS 3:41 dan 9:26). Bahasa terkadang tidak seampuh lirikan mata untuk mengekspresikan asmara. "Lumpuh ungkapan bahasa, namun tatapan mata yang menyala lebih ampuh untuk mengekspresikan cintaku kepada kekasih", kata Syauqi. Diantara sekian banyak sarana komunikasi, linangan airmata atau tangis merupakan pesan yang sangat dalam.
Kita dapat bertanya pada diri kita masing-masing kapan terakhir kita menangis dan mengapa kita menangis. Mencucurkan air mata bukan semata monopoli anak kecil atau kaum wanita. Manusia-manusia agung pun mencucurkan airmata.
Pertama-tama kita harus sadari bahwa menangis adalah kenyataan biologis, ia berfungsi sebagai sistem pembersih kornea mata. Oleh karenanya jika air mata mengendap dibalik mata, alat penglihatan akan terganggu. Binatang pun menangis, tapi mungkin hanya manusia yang mengaitkan airmata dengan responsi emosial. Ahli-ahli ilmu Jiwa mendeteksi bahwa mereka yang sering menangis, terutama anak-anak kecil, lebih sempurna keinginannya ketimbang yang jarang menangis. Manusia adalah makhluk yang peka dan acap menangis, ia menangisi jika disakiti, ketika ia takut, ia sedih ingin dikasihani, bahkan apabila bahagia.
Masih dalam lingkup menangis, manusia terkadang mengeluarkan airmata buaya jika hendak mengelabuhi atau menipu. Oleh karenanya kita perlu memahami bahasa airmata. Bahasa ini terkadang lebih jelas dari bahasa kata-kata, ia memiliki aturan tertentu yang menghubungkan pemikiran dan emosi melalui sarana yang sangat canggih. Namun sayangnya manusia pada umumnya menggunakan standar ganda dalam menghadapi budaya tangis. Hanya kaum Hawa yang dinilai wajar menangis, bahkan dalam kebudayaan tertentu wanita akan diberi tempat layak apabila ia mengucurkan airmata pada situasi tertentu. Sebaliknya anak lelaki atau pria, rasa hormat akan diberikan ketika mereka dapat menahan airmata. Bahkan atribut ketegaran sering diberikan kepada seorang wanita, dikala ia menahan linangan airmata.
Kalau saja kita dapat memahami bahasa tangis, pandangan sepihak yang selama ini membentuk persepsi kita akan lambat laun kita tanggalkan. Salah satu cara untuk mengoreksi kekeliruan tersebut adalah upaya untuk membedakan tipe-tipe tangis yang sangat bervariasi.

Variasi Tangis
Airmata dapat melaju karena faktor fisiologis. Mata terkena debu, aroma bawang atau gas yang mengandung bahan kimia. Airmata juga dapat keluar saat tingkat hormon tidak seimbang. Adapula airmata yang didorong oleh kenangan yang mengesankan, yang indah atau yang buruk. Kita hidupkan kenangan-kenangan tersebut melalui linangan airmata. Lain lagi airmata yang memberikan rasa lega, yang berfungsi sebagai terapi untuk mengatasi rasa cemas yang berkepanjangan. Kita pun menangis akibat tangisan orang banyak, misalnya tangisan saat perkawinan, wisuda atau memasuki masa purnabhakti. Airmata ini pertanda keakraban hubungan.
Airmata juga melambangkan ekspresi rasa kehilangan, terutama bila yang hilang sangat berarti bagi seseorang. Jangankan manusia, meninggalnya anjing kesayangan mantan Presiden Amerika, George Bush, sangat membesar pada hati keluarga Bush, demikian menurut berita CNN. Kematian tanpa cucuran airmata dianggap anomali. Dalam kebudayaan Yunani, Cina dan Timur Tengah, wanita bayaran untuk meratapi jenazah masih berlaku sampai sekarang. Pada saat-saat perpisahan, airmata mengekspresikan rasa penghargaan dan mengundang refleksi, depresi, frustasi dan putus-asa juga membangkitkan laju airmata yang deras. Airmata yang keluar saat itu sebagai akibat ketidakberdayaan, sangat menyayat hati. Ketika itu kita benci melihat tetesan airmata.
Dilain pihak, kita sering menangis karena tidak dapat membendung kebahagiaan. Ungkapan kata sangat terbatas untuk menampung rasa bahagia yang begitu dahsyat. Kelahiran anak pertama, keberhasilan yang didambakan. Airmata simpati akibat kesedihan yang ditimpa orang lain sering juga kita alami. Bahkan terkadang kita sengaja mengeluarkan uang untuk mengundang air mata tersebut melalui pertunjukan film. Imaginasi kita dapat membangkitkan rasa haru yang disusul dengan tangisan tersedu-sedu. Ada pula tangisan yang bersifat manipulatif dengan cara mengundang simpati orang lain, menunjukkan penyesalan guna meringankan vonis/hukuman. Yang paling pandai menggunakan tangisan ini adalah anak-anak dan mungkin juga wanita, demikian Joseph Kottle dalam bukunya The Language of Tears.

Agama dan Tangis
Air mata yang tercurah akibat penyesalan atau dosa, ketakutan akan siksaan Tuhan atau kekhawatiran akan nasib, kesemuannya mendapat tempat terpuji dalam perbendaharaan bahasa kitab suci. Dalam literatur tasawuf, sebelum kata "Sufi" (yang menunjuk kepada kelompok yang menekankan aspek spritual dalam kehidupannya), populer digunakan, kelompok ini diberi atribut Al-Bakkauun yang berarti "Penangis atau yang suka menangis". Kelompok ini yang dipelopori oleh Al-Hasan Al-Bashri, tiap kali merenungkan ayat-ayat Al-Quran mereka menangis tersedu-sedu. Ketika surga disebut, mereka mengucurkan airmata sambil berharap dapat memasukinya, dan ketika siksaan neraka digambarkan mereka pun menangis karena takut terjerumus kepadanya.
Pengalaman spiritual seseorang khususnya di tempat-tempat suci membangkitkan rasa syahdu, khusyuk sehingga airmata laju tak terbendung. Umat Yahudi bahkan memiliki Wailing Wall (Dinding Ratap), dimana mereka meratap sambil memohon ampunan. Demikian halnya umat Kristen ketika ke Jerusalem, sambil mengenang kehidupan serta perjalanan spiritual Yesus, airmata yang membasahi pipi terlihat dimana-mana. Tidak ubahnya dengan umat Islam yang berdiri di Multazam (sisi kanan Hajar Aswad di Ka'bah).
Belum lagi saat di makam Rasulullah di Madinah sambil mengucapkan salam dan penghargaan kepada Beliau, suara tangis terdengar walau dari kejauhan. Sungguh, bahasa airmata secara jelas menyampaikan pesannya, "Ya Tuhan, aku datang memohon ampunan dan mengharapkan rahmat. Ya Tuhan, berilah aku kekuatan untuk mengikuti jejak RasulMu".
Dalam Al-Qur'an kita jumpai kata-kata menangis, atau cucuran airmata disebut beberapa kali. Terkadang menggambarkan kesedihan atas kematian (44:29), atau kekhawatiran atas ancaman Tuhan (53:60). Terekam pula airmata saudara-saudara Nabi Yusuf AS. saat mengelabuhi ayahnya, Nabi Ya'qub AS. (12:16). Tangis sedu lagi khusyu' sebagai manifestasi iman kepada Allah SWT (17:107 dan 19:58). Curahan airmata dibarengi dengan kesaksian terhadap kebenaran wahyu ilahi (5:83). Tergambar pula tangisan suatu kelompok yang bersedih hati karena harus tertinggal dari suatu peperangan dijalan Allah (9:92).
Mari kita merenung bersama, apa yang menjadikan airmata kita melaju. Apakah hanya terbatas ketika sedih karena kehilangan, depresi karena frustasi, atau ketidakberdayaan karena jalan buntu? Masih tertinggalkah tetesan airmata saat mendengar peringatan Tuhan, atau mengenang perjuangan rasul-rasul Nya? Semoga demikian. [undzurilaina.blogspot.com]

Penulis adalah Professor pada Hartford Seminary, Connecticut, USA

Minggu, 28 Februari 2016

Tugas Manajemen Proyek Teknologi Informasi

THE PRINCIPLES OF MANAGEMENT PROJECT
E. Novi Royanti
Teknik Informatika, Universitas Pasundan
E-mail: novi.roy8@gmail.com

PENDAHULUAN
            Dampak dan pengaruh teknologi pada proses organisasi merupakan aspek penting dari setiap strategi pertumbuhan. Sulit untuk menemukan pembangunan atau perubahan yang tidak memiliki aspek IT dan dalam banyak kasus sebenarnya perubahan teknologi yang mendorong kebutuhan untuk mengubah proses organisasi. Ini telah menyebabkan penggabungan IT kedalam manajemen termasuk manajemen proyek.
Manajer sekarang menemukan bahwa mereka sering terlibat dalam proyek-proyek yang dikelola menggunakan metodologi manajemen proyek. Komunikasi merupakan bagian penting dari proyek tersebut dan jika Anda ingin berhasil dalam peran Anda sebagai seorang manajer, penting untuk memiliki pemahaman tentang terminologi manajemen proyek, proses, dan prosedur.

PRINSIP MANAJEMEN PROYEK
            Ada berbagai cara dimana proyek dapat didekati dengan sejumlah ‘metodologi’, ‘kerangka’, dan ‘proses’ yang mana telah dikembangkan selama 60 tahun atau lebih. Beberapa metodologi memiliki asal-usul dalam penelitian akademik, sedangkan yang lain tumbuh dari metodologi yang dikembangkan oleh organisasi yang terfokus, misalnya konsultan manajemen.
PMBOK adalah singkatan dari Project Management Body of Knowledge, adalah kumpulan pengetahuan khusus mengenai pengelolaan project. PMBOK diterbitkan oleh lembaga manajemen proyek/ Project Management Institute (PMI), yang dibentuk paa tahun 1969. PMI juga menawarkan berbagai tingkat sertifikasi dan PMBOK banyak digunakan dan dihormati.
PRINCE2 adalah metode terstruktur dalam pengelolaan proyek. Pendekatan proses berbasis untuk manajemen proyek untuk semua jenis proyek. Metode adalah standar untuk proyek-proyek sector public di Inggris dan dipraktekan di seluruh dunia.
Critical chain berbeda dari pendekatan utama saat ini dan berbeda dalam cara menangani risiko. Dikembangkan pada tahun 1997 adalah metode perencanaan dan pengelolaan proyek yang dirancang untuk menangani ketidakpastian dalam mengelola proyek dan juga mempertimbangkan terbatasnya ketersediaan sumber daya.
Agile menggunakan pendekatan metode iteratif untuk menentukan persyaratan bagi rekayasa dan pengembangan perangkat lunak proyek dengan cara yang sangat fleksibel dan iteraktif. Yang paling sering digunakan dalam proyek-proyek skala kecil atau dalam kasus di mana hasil akhir terlalu rumit bagi pelanggan untuk memahami dan menentukan sebelum pengujian prototype.

DEFINISI PROYEK MANAJEMEN
H.Kerzner- ‘Manajemen proyek adalah perancanaan, pengorganisasian, memimpin, dan mengendalikan sumber daya perusahaan untuk tujuan jangka pendek yang telah dibentuk untuk menyelesaikan tujuan dan sasaran tertentu. Selanjutnya, manajemen proyek menggunakan pendekatan sistem manajemen dengan memiliki tenaga fungsional (hirarki vertikal) ditugaskan untuk proyek tertentu (hierarki horizontal)’ (2009).
            Banyak organisasi juga memiliki definisi sendiri tentang apa itu proyek. Definisi mana yang anda sukai tidak terlalu penting, yang penting adalah dapat mengidentifikasi projek sehingga dapat dikelola dengan baik.
Proyek memiliki beberapa atau semua karakteristik berikut:
  1. Memiliki titik awal dan akhir yang jelas
  2. Setelah titik akhir tercapai proyek berakhir
  3. Berusaha untuk mencapai sesuatu yang baru
Proyek bisa dalam ukuran besar dan kecil. Proyek-proyek kecil dapat direncanakan dan dikelola oleh orang yang sama sedangkan proyek yang lebih besar mungkin mempekerjakan ribuan orang yang bekerja pada banyak sisi dan membutuhkan kelompok kerja untuk mengelola dan mengkoordinasikan kegiatan. Segala sesuatu yang ada pada organisasi dapat dikategorikan baik sebagai proyek atau proses. Proses adalah sesuatu yang terjadi terus-menerus dan memiliki risiko rendah, sedangkan proyek terjadi sekali dan memiliki tingkat risiko yang relatif tinggi.
Sebuah projek dan proses memiliki sudut pandang yang berbeda tergantung siapa yang menilainya. Misalnya, seorang pemasok sistem computer melihat aktivitasnya sebagai proses karena itu terjadi setiap waktu penjualan. Jadi, sebuah organisasi yang membeli system tersebut akan memperlakukannya sebagai sebuah proyek. Sedangkan pemasok akan memperlakukannya sebagai bagian dari sebuah proses.
            Proyek dapat secara luas diklasifikasikan ke dalam proyek-proyek teknik dan proyek manajemen. Proyek-proyek teknik meliputi teknik sipil, listrik, dan mekanik. Hasil akhir adalah objek fisik, misalnya bangunan, waduk, jembatan, kilang, atau sampel pra-produksi.


  Berbagai organisasi melakukan proyek jenis ini, termasuk: perusahaan komersial, departemen pemerintah, badan amal dan organisasi non pemerintah, dan non-profit organisasi lain. perbedaan antara jenis proyek adalah:
  1. Menggunakan staf spesialis
Teknik proyek: menngunakan staf spesialis
Manajemen proyek: menggunakan staf yang ahli dalam segala bidang
  1. Isu yang berkaitan dengan lingkungan
Tantangan bagi teknik manajemen secara fisik berada di alam. Misalnya, proyek konstruksi dapat dihambat oleh cuaca buruk, penemuan peninggalan arkeologis, atau hal tak terduga lainnya.
proyek manajemen di sisi lain biasanya berlangsung di tempat organisasi itu sendiri dan tidak tunduk pada hal isu.
  1. Spesifikasi hasil akhir
Teknik proyek: hasil akhir biasanya ditentukan secara rinci pada awal proyek karena perlu mematuhi standar dan undang-undang yang ada.
Manajemen proyek: bentuk yang tepat dari hasil akhir mungkin tidak menjadi jelas sampai beberapa pekerjaan proyek telah dilakukan.

PERSPEKTIF MANAJEMEN PROYEK
            Tantangan utama manajemen proyek adalah untuk mencapai semua tujuan dan sasaran di lain hal harus menerima kendala pada lingkup, waktu, kualitas, dan biaya proyek. Proyek perlu dikelola untuk mencapai tujuan, yang didefinisikan dalam hal waktu, biaya, dan kualitas.

Cakupan/Scope pada proyek mendefinisikan: totalitas keluaran, hasil, dan keuntungan, serta pekerjaan yang diperlukan untuk menghasilkan produk.
Project Management Institute (PMI) mendefinisikan manajemen proyek dengan cara sebagai berikut:
‘Manajemen proyek adalah pengaplikasian dari pengetahuan, keterampilan, perkakas, dan teknik untuk memenuhi persyaratan proyek .’
Misalkan menggunakan analogi:
Membayangkan bahwa kapal berlayar dari London ke New York.
  • Organizational perspective/ Perspektif organisasi, peduli pada anggota cru yang bertanggung jawab untuk melakukan apa dan bagaimana mereka berkomunikasi dan berinteraksi satu sama lain.
  • Life cycle/ siklus hidup pelayaran akan peduli dengan kapal tersebut dan hal detail apa yang dilakukannya dari awal hingga akhir perjalanan.
  • Functional area/ daerah fungsional seperti navigasi, menghindari tabrakan, perawatan rutin, dll. Kegiatan ini akan terus berlangsung dan berkelanjutan.



ORGANISASI & STRUKTUR PROYEK

Organisasi berbasis proyek
Organisasi ini memberikan proyek-proyek yang unik untuk pelanggan eksternal untuk jangka waktu yang ditetapkan. Struktur manajemennya dirancang untuk mendukung proyek-proyek dan semua orang yang bekerja dalam organisasi yang ditugaskan untuk satu atau lebih proyek. Contohnya meliputi: perusahaan konstruksi, organisasi konsultasi, pengembang perangkat lunak, dan biro iklan.
Organisasi berbasi proses
Pekerjaan organisasi ini sehari-harinya memberikan produk atau layanan untuk pelanggan eksternal. Struktur manajemen mereka dirancang untuk mendukung proses yang dibutuhkan untuk memberikan produk atau layanan kepada pelanggan akhir. Contohnya meliputi: perusahaan manufaktur, departemen pemerintah, badan amal.

PROYEK DI LINGKUNGAN MATRIKS-MANAJEMEN
Berikut ini dijelaskan lebih lanjut mengenai lingkungan matriks-manajemen.
Struktur jenis ini, meskipun seorang individu mungkin ‘milik’ department tertentu, mereka akan ditugaskan untuk proyek yang berbeda dan melaporkan kepada manajer proyek saat bekerja pada proyek itu. Oleh karena itu, setiap individu mungkin harus bekerja di bawah beberapa manajer sementara itu mereka harus melakukan peran mereka. Contohnya: seseorang yang bekerja di departemen C dan ditugaskan bekerja paruh waktu untuk proyek X dan Z dan dia melaporkan ke tiga manajer yang berbeda, yang semuanya akan memiliki beberapa tingkat otoritas atas dia.
Keuntungan dari struktur matriks adalah dapat menyebabkan pertukaran informasi yang lebih efisien dengan adanya orang-orang yang bekerja sama dari berbagai area tertentu. Sedangkan kerugiannya adalah dapat menimbulkan perselisihan antara manajer lini dan manajer proyek. Kecuali kalau organisasi tersebut benar-benar difokuskan untuk sebah proyek maka anda dapat menduga konflik, perselisihan, menjadi bagian integral dari penyelenggaraan proyek.

DEFINISI STEAKHOLDER PROYEK
            terlepas dari bagaimana organisasi terstruktur, ada peran dan tanggung jawab tertentu yang diperlukan dalam semua proyek. Organisasi yang berbeda dapat menggunakan nama yang berbeda tetapi tanggung jawab dari masing-masing akan sama.

Tim manajemen proyek harus mengidentifikasi para pemangku kepentingan, menentukan kebutuhan dan harapan mereka, dan sejauh mungkin mengelola pengaruh mereka dalam kaitannya dengan proyek yang sukses.


Salah satu kunci untuk sebuah proyek yang sukses adalah berhasil mengelola hubungan antara semua orang yang terlibat. Ada tiga proses yang terlibat:
  1. Mengidentifikasi stakeholder proyek
    Mengidentifikasi melibatkan orang-orang, kelompok, atau organisasi yang dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh keputusan, kegiatan, atau hasil dari proyek. Kepentingan mereka dan pengaruh mereka pada proyek di analisis dan di dokumenasikan. Steakholer didefinisikan sebagai orang yang berkepentingan dengan proyek terlepas dari apakah kepentingan yang positif atau negatif. Mereka mungkin individu atau organisasi yang secara aktif terlibat dalam proyek, atau yang kepentingannya mungkin akan terpengaruh oleh pelaksanaan dan penyelesaian proyek.
  2. Menganalisis potensi keterlibatan mereka dengan proyek
    Analisis steakholder sangat penting. Bahwa berbagai ahli berkonsultasi untuk membantu menganalisis tingkat aktual dan tingkat yang diinginkan dari tingkat keterlibatan dari berbagai pemangku kepentingan.
  3. Mengelola keterlibatan mereka dengan proyek
    Ini adalah proses komunikasi dan bekerja dengan steakholder untuk memenuhi kebutuhan dan harapan mereka. Intinya, bagaimana anda berkomunikasi dengan steakholder dan memastikan tingkat keterlibatan yang tepat.

PROYEK SPONSOR & DEFINISI MANAJER PROYEK
            Sponsor bertanggung jawab untuk mengamankan pembiayaan dan sumber daya secara keseluruhan berdasar persetujuan anggaran yang ada, dan memiliki peluang dan risiko dengan hasil keuangan proyek. Meskipun menyiratkan bahwa sponsor proyek dapat menjadi sekeompok orang, biasanya jauh lebih baik jika ada satu individu yang telah diberikan peran ini. Sponsor yang efektif adalah dapat mengatasi hambatan utama untuk menyelesaikan proyek.

Peran sponsor proyek adalah untuk menyetujui dan mendanai proyek tersebut, tetapi tidak terlibat dalam manajemen sehari-hari atau kontrol keuangan. Sponsor proyek harus menunjuk seorang manajer proyek untuk mengambil tanggung jawab untuk memberikan proyek sesuai dengan tujuannya.

Ada perbedaan utama antara sponsor projek dan projek manajemen. Pertama, sponsor projek berkaitan dengan identifikasi dan definisi proyek, sedangkan manajemen proyek berkaitan dengan memberikan proyek yang sudah ditetapkan. Kedua, sponsor proyek bertanggung jawab untuk kasus bisnis proyek dan tidak perlu ragu untuk merekomendasikan pembatalan proyek jika kasus bisnis tidak lagi membenarkan proyek.
Penting untuk setiap proyek memiliki sponsor untuk:
  • Pemisahan tanggung jawab pengambilan keputusan antara manajer proyek dan sponsor proyek
  • menjamin akuntabilitas untuk realisasi manfaat proyek
  • memastikan pengawasan fungsi manajemen proyek
  • melaksanakan manajemen senior pemangku kepentingan
Manajer proyek ditunjuk untuk memberikan proyek seperti yang ditetapkan dalam piagam proyek atau rencana proyek. Mereka memiliki wewenang untuk menggunakan uang tunai dan sumber daya lainnya hingga batas yang ditetapkan dalam piagam proyek. Jika mereka percaya pada setiap tahap bahwa proyek tidak dapat disampaikan dalam anggaran yang ditetapkan dan skala waktu kemudian mereka harus memberitahukan sponsor proyek sehingga tindakan perbaikan dapat diambil.

DEFINISI PROJEK LIFE CYCLE
            Banyak organisasi memiliki definisi internal tentang fase siklus hidup proyek, hal ini dapat dimengerti karena sifat rumit dan keragaman proyek yang dapat sangat bervariasi dalam ukuran dan kompleksitas.

Diagram diatas ini dikenal sebagai siklus hidup empat fase dan fase biasanya disebut sebagai:
  1. inisialisasi proyek
  2. perencanaan proyek
  3. eksekusi proyek
  4. penutupan proyek

5 tahap projek life cycle:
  1. tahap konseptual
  2. tahap definisi
  3. tahap produksi
  4. tahap operasi
  5. tahap divestasi/pencabutan

BIDANG FUNGSIONAL MANAJEMEN PROYEK
            Bidang fungsional dari manajemen proyek:
  1. Tim
  2. ruang lingkup
  3. jadwal
  4. anggaran
  5. kualitas
  6. resiko


Manajer proyek yang sukses:
  1. Mendapatkan komitmen dari luar proyek
  2. Bernegosiasi untuk sumber daya yang diperlukan
  3. Memutuskan teknik terbaik untuk digunakan
  4. Keputusan untuk memilih alat untuk digunakan oleh tim proyek
  5. membuat penilaian menyeluruh pada setiap tahap proyek sebelum berkembang

REFERENSI
  1. Newton Paul, Principle of Project Management